Kawan Ingat cara mengolah nira menjadi gula cetak maupun gula semut? Pada prinsipnya, cara membuat gula cetak maupun gula semut secara tradisional berawal dari pohon kelapa yang disadap niranya dari manggar kelapa. Nira keluar dari manggar yang di iris kemudian diwadahi alat, yang biasa kita namakan pongkor. Apa itu pongkor? Benda ini berguna untuk menampung nira yang keluar selama alat ini digantung menggunakan tali pada sekitaran manggar yang ada.

Untuk tahu cara membuat  gula semut lebih lengkap silahkan dibaca di : http://www.ecoconut.co.id/post-alat-pembuat-gula-semut-dan-cara-membuat-gula-semut/

Pongkor adalah alat wadah yang dipasangkan pada manggar (bunga) yang sudah diiris sehingga nantinya menampung nira kelapa atau tanaman palma lainnya yang menetes keluar. Pongkor merupakan sebutan untuk wadah ini untuk wilayah jawa, kemungkinan alat ini berbeda nama untuk wilayah yang berbeda.

 

Jenis Bahan Pongkor

Pongkor biasanya berbentuk tabung dalam berbagai ukuran dan bahan. Untuk bahan tradisional, benda ini dibuat dari bahan bambu yang dipotong dengan ukuran sekitar 30cm panjangnya. Bambu tersebut kemudian diikatkan dengan tali sebagai media bantu untuk menjaga bambu terikat dengan manggarnya dan mudah dibawa oleh penderes (petani gula kelapa). Bahan lainnya yang digunakan sebagai pongkor biasanya adalah ember, bekas toples makanan, dirigen yang sudah dipotong, bekas kaleng cat dan bahkan bekas tempat oli. Pongkor biasanya bermulut kecil sesuai dengan besarnya manggar. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada hama atau material lain yang masuk seperti hama lebah, tupai, monyet dan hewan lainnya.

Sebagai bahan makanan yang nantinya dikonsumsi manusia, seharusnya pongkor dijaga kebersihan dan kelayakannya.Bahan yang dianggap foodgrade atau layak untuk makanan yaitu yang dibuat dari bahan bambu. Adapun yang terbaru menggunakan bahan PVC atau bahan untuk pipa. 2 bahan ini telah lolos uji dari badan sertifikasi nasional dan dianggap sebagai bahan yang paling aman. Namun begitu, bahan seperti ember dan dirigen masih bisa dianggap aman ketika bahan tersebut merupakan bahan baru, bukan bekas material lain, seperti bekas minyak atau lainnya. Dan tentunya bahan seperti kaleng cat, botol oli, dan toples makanan kurang baik digunakan sebagai wadah nira. Hal ini dikarenakan bahan-bahan tersebut merupakan bahan bekas material lain yanng ditakutkan akan mengkontaminasi  nira yang ada. Walaupun sudah dicuci berkali-kali, tetap saja masih akan ada sedikit material yang tercampur pada nira yang mungkin membahayakan kesehatan bila nira tersebut sudah mejadi gula kelapa.

Maka dari itu kami menghimbau agar petani kelapa yang ada mengganti pongkornya dengan bahan yang lebih sehat dan aman bagi kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Sebagai salah satu usaha menjaga kualitas produk petani gula kelapa, ecoconut juga menyediakan pongkor foodgrade berbahan pvc yang aman bagi produk makanan. Kawan bisa melihatnya pada artikel kami lainnya dan juga bisa memesannya dengan mengontak tim ecoconut kami.

 

 


1 Comment

TYRA · November 18, 2018 at 3:38 am

Hal ini dimaksudkan agar tidak ada hama atau material lain yang masuk seperti hama lebah, tupai, monyet dan hewan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *